5 Penyakit yang Akan Kamu Derita Jika Sering Mengkonsumsi Daging Olahan di Fast Food
Bahkan jumlah kecil dari daging olahan dimakan secara teratur meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Lilis Maryati
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Fast food menjadi sangat populer beberapa dekade ini.
Makanan cepat saji yang sangat cepat dalam pengolahannya ini menjadi kegemaran lantaran kelezatannya.
Fast food biasa disertai dengan beberapa daging olahan seperti sosis, daging asap, kornet, daging kering atau pun daging kaleng.
Padahal daging tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit jangka panjang.
Kenapa daging olahan tidak sehat?
Daging olahan mengandung bakan kimia yang tidak ditemukan pada daging segar.
Bahkan bahan kimia ini didapat selama proses penggaraman, pengasapan, pengeringan dan pengalengan.
Memakan terlalu banyak daging olahan dalam waktu panjang akan menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik, kanker perut, dikutip boldsky.com
Harvard School of Public Health melakukan studi, yang menemukan bahwa mengkonsumsi daging olahan adalah terkait untuk lebih dari 40 persen peningkatan risiko penyakit jantung.
Selain itu juga memiliki dampak hampir 20 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2.
Hot dog dan bacons ditemukan menjadi sangat berbahaya.
Penelitian yang sama juga melihat bahwa daging olahan mengandung natrium sekitar empat kali lebih banyak dan 50 persen lebih tinggi bahan pengawet nitrat.
Konsentrasi garam dan pengawet membuat daging olahan lebih berbahaya untuk penyakit jantung dan diabetes.
Pada tahun 2012, lembaga Harvard menyimpulkan bahwa, bahkan jumlah kecil dari daging olahan dimakan secara teratur meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung.
Selain itu ada daging olahan dapat picu diabetes karena mengandung lemak trans.
Selain itu sebuah departemen pertanian di Amerika Serikat pernah menemukan, 78,6 persen daging sapi terkontaminasi bakteri E Coli.
Bakteri ini dapat memicu diare dan berbagai penyakit lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/daging_20161210_172032.jpg)