Berpikir Optimis Perpanjang Umur, Hindarkan Perempuan dari Risiko Infeksi hingga Serangan Jantung
Ladies, berfikir dengan lebih optimis akan membuat kita menghemat waktu untuk menyelesaikan masalah.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Ladies, berfikir dengan lebih optimis akan membuat kita menghemat waktu untuk menyelesaikan masalah.
Selain itu, kebiasan ini dapat membantu kita untuk memperoleh hidup yang lebih panjang.
Dalam sebuah studidi Harvard University, perempuan yang memiliki sifat optimis memiliki kemungkinan terhindari dari berbagai penyakit mematikan.
Mereka dapat terhindar dari penyakit jantung, kanker dan infeksi.
Sebelumnya pernah terdapat penelitian serupa yang mengaitkan sifat optimis dengan kesehatan.
Penelitian tersebut menunjukkan kalau berpikir optimis dapat meminimalisir kemungkinan terjadi masalah kardiovaskular.
Dalam penelitian terbaru ini perempuan dengan optimis yang tinggi memiliki resiko 29 persen lebih rendah meninggal karena penyakit dibanding dengan yang kurang optimis.
Secara terperinci, mereka 52 persen lebih rendah meninggal karena infkesi dan 39 persen karena stoke.
Selain itu mereka 38 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dan pernapasan, dan 16 persen karena kanker dikutip helth.com.
"Sementara berbagai obat dan usaha kesehatan saat ini fokus pada mengurangi faktor resiku untuk penyakit, sebuah tanda lain menunjukkan ketahanan psikologis juga dapat memberikan dampak," kata Eric Kim, PhD, seorang peneliti di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Dalam studi ini para peneliti merekomendasikan selain meningkatkan kebiasaan hidup sehat, sikap optimis juga memberikan dampak langsung pada kesehatan, tambahnya.
Well, perilaku optimis ini sangat penting untuk membentuk pemikiran positif dan juga memiliki latihan yang sederhana untuk mendapatkan hasil maksimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/wanita-optimis_20161209_224521.jpg)