Breaking News:

Kisah Inspiratif

Salut! Brenda, Mahasiswa Cantik Asal Manado yang Nyambi Nguli dan Jadi Supir Angkot

Punya status sebagai mahasiswa yang notabene sebagai orang terpelajar tidak membuat kita pantas lebih tinggi derajatnya daripada orang lain.

Tayang:
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Cecylia Rura Patulak
Tribun Manado
Brenda Trivena Grace Salea. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Rifan Aditya

TRIBUNSTYLE.COM - Punya status sebagai mahasiswa yang notabene sebagai orang terpelajar tidak membuat kita pantas lebih tinggi derajatnya daripada orang lain.

Justru harusnya kita meniru ilmu padi, semakin berisi ilmunya semakin merunduk.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Brenda, seorang mahasiswa asal Manado yang berusia 21 tahun.

Diberitakan oleh Tribun Manado, Brenda masih tercatat sebagai mahasiswi semester 7, Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado.

Di kampusnya, Brenda juga dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan mudah bergaul.

Selain itu yang membuat Brenda terlihat menarik adalah tubuhnya tinggi dan berhidung mancung.

Kulitnya kuning langsat dan memiliki perawakan bak model.

Namun ketika di kampung halamannya, Brenda berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Likupang-Tatelu.

Brenda berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Likupang-Tatelu
Brenda berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Likupang-Tatelu/ Tribun Manado

Gadis yang punya nama lengkap Brenda Trivena Grace Salea ini bahkan tidak hanya jadi supir angkot, dia juga bahkan pernah menjadi kenek bangunan.

Brenda pernah menjadi kenek bangunan
Brenda pernah menjadi kenek bangunan/ Jogja.tribunnews.com

Brenda gak segan untuk angkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung.

Brenda angkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung.
Brenda angkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung/ Tribun Manado

Dia menjadi sopir angkot karena suatu pengalaman tak terduga ketika ayahnya masih jadi supir angkot.

Saat itu sang ayah sedang tidak sehat ketika membawa angkot, padahal penumpangnya penuh.

"Jadi saya memberanikan diri mengambil kendali. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA," kata Brenda pada Tribun Manado.

Brenda saat menjadi sopir angkot
Brenda saat menjadi sopir angkot/ Tribun Manado

Sebelumnya ayah Brenda telah mengajarkan mengemudi saat dia masih duduk di kelas 1 SMP.

Ayah Brenda punya cara unik mengajarkannya sebelum benar-benar memegang setir, dia diminta belajar membuka ban, menyapu dan melihat mesin.

Waktu itu Brenda juga nyambi berjualan pisang goreng dan ikan masak sepulang sekolah.

Bahkan saat masih kelas 4 SD sudah mulai jualan ikan di jalan.

Brenda berteriak "ikan manta (mentah)" untuk menarik pembeli.

Semua ini dilakukan Brenda karena melihat esulitan ekonomi di keluarganya.

Lantas bagaimana tanggapan para penumpang angkot dengan sosok Brenda yang ternyata juga mahasiswa dan masih muda ini?

Brenda saat menjadi sopir angkot
Brenda saat menjadi sopir angkot/ Tribun Manado

Brenda mengakui banyak pengalaman unik saat jadi sopir, seperti ibu-ibu yang kaget melihat dirinya di balik kemudi.

Tapi semua penumpang yang sudah langganan menjadi terbiasa bahkan mereka memuji.

"Ada yang berkelakar hati-hati dengan saya. Saya katanya jago bawa mobil," kata Brenda.

Brenda hanya menjadi sopir angkot pada hari Sabtu saja sebab Senin sampai Jumat dia kuliah.

Selama satu hari menjadi supir angkot itu Brenda bisa mendapatkan uang Rp 300 ribu.

Tapi dari pendapatan itu dia hanya mendapat 100 ribu karena Brenda juga memberi uang ke ayahnya Rp 100 ribu dan mengisi bensin Rp 100 ribu.

"Dengan itu saya sudah tidak terlalu sering meminta uang kepada orangtua. Itu sudah mengurangi beban mereka walau hampir semua kebutuhan saya juga masih ditanggung mereka," begitu kata Brenda.

Nah, terus dengan keadaan seperti itu pertanyaan yang paling diinginkan para pembaca pasti adalah, "Apakah Brenda masih jomblo?"

Sebagaimana Brenda katakan pada Tribun Manado bahwa, "Sekarang puji Tuhan, pacar saya sekarang menerima saya," kata Brenda.

Meskipun berstatus sebagai mahasiswa dan punya paras yang cantik tidak lantas membuat Brenda menjadi gengsi.

Dia rela bekerja keras dan nyambi jadi sopir angkot untuk membantuk ekonomi keluarganya.

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Brenda Trivena Grace SaleaTribun ManadoTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved