Breaking News:

Ciri Orang Perfeksionis - 8 Tanda Ini Ada Pada Diri Seseorang yang Selalu Ingin Tampil Sempurna!

Salah satu kelemahan dari orang perfeksionis adalah ia sendiri tidak menyadari bahwa dialah si perfeksionis itu.

Tayang:
Editor: Diah Ana Pratiwi
For the young urban professional

TRIBUNSTYLE.COM - Salah satu kelemahan dari orang perfeksionis adalah ia sendiri tidak menyadari bahwa dialah si perfeksionis itu.

Bagaimana ciri-ciri orang perfeksionis?

Apakah kita termasuk orang perfeksionis?

Inilah delapan ciri-cirinya!

1. Berpikir ekstrem

theemotionmachine.com
theemotionmachine.com

Bagi orang perfeksionis hanya ada dua pilihan yaitu “sempurna” atau “tidak sama sekali”.

Ia hanya mengenal “benar” dan “salah”, “baik” atau “buruk”.

Si perfeksionis juga cenderung menilai seseorang dengan ekstrem.

Jika ia bertemu dengan seseorang yang melakukan kesalahan, ia cenderung berpikir, “Oh, dia memang selalu salah,” ketimbang berpikir, “Mungkin kali ini dia salah."

2. Bertindak ekstrem juga

Free Keyword suggestion tool
Free Keyword suggestion tool

Demi kesempurnaan, orang perfeksionis juga kerap bertindak atau melakukan sesuatu secara ekstrem.

Ketika diet, misalnya, ia akan merasa sangat bersalah ketika memakan pantangan diet.

Untuk dirinya sendiri juga ia menjadi sangat sentimen.

3. Memiliki standar dan tuntutan yang tinggi

hurriyet.com.tr
hurriyet.com.tr

Orang yang perfeksionis memiliki standar yang tinggi untuk menuntut dirinya sendiri dan orang lain.

Ia percaya bahwa semua orang harus memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Karenanya ia agak anti akan kegagalan.

4. Sulit mengerjakan sebuah aktivitas hingga tuntas

iBelieve
iBelieve

Orang yang perfeksionis justru sering jatuh pada penundaan karena ia selalu berpikir bagaimana caranya agar pekerjaan itu bisa dilakukan lebih baik.

Ia terobsesi dengan hasil karya dan pekerjaan orang lain untuk memastikan bahwa pekerjaannya yang lebih baik ketimbang orang lain.

5. Sering mengatakan kata “seharusnya”

FUSIA Magazine
FUSIA Magazine

Ia sering menganggap bahwa segala sesuatu semestinya terjadi sebagaimana ‘harusnya’.

Istilahnya, kalau saya melakukan ini, maka dia harus melakukan itu.

Kata “seharusnya” menjadi kata yang paling sering digunakannya. Ia memiliki aturan tertentu yang harus diikutinya dan dituruti pula oleh orang lain.

Sehingga ketika ‘aturan’ itu tidak dipenuhi, ia menjadi kecewa dan marah.

6. Kepercayaan dirinya tergantung pada pencapaiannya dan reaksi orang lain

Medical Daily
Medical Daily

Karena ia terus berusaha menjadi lebih unggul dari orang lain, ia juga membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa lebih baik.

Sehingga ia biasanya semakin percaya diri, kalau ada yang memujinya.

7. Terlalu fokus pada kesalahan

Verywell
Verywell

Saking menginginkan kesempurnaan, orang perfeksionis kadang tidak bisa menoleransi sedikit pun kesalahan.

Ia mungkin melakukan banyak hal dengan baik dan benar, namun satu kesalahan saja bisa mengganggu fokusnya.

8. Menghindari situasi

Nicola Grace The Mission Mentor For Social Entrepreneurs
Nicola Grace The Mission Mentor For Social Entrepreneurs

Orang yang perfeksionis cenderung menghindar dari hal yang dianggapnya tidak bisa membuatnya tampak unggul.

Orang perfeksionis sebenarnya takut gagal, takut bukan dirinya yang menjadi yang terbaik.

Dalam pikirannya, “Aku toh tidak bisa melakukannya dengan sempurna, jadi mengapa harus repot-repot?” (Intisari-online.com/Tika Anggreni Purba)

Sumber: Intisari
Tags:
IntisariTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved