Breaking News:

1 Dekade Berkarya, RAN Rilis Album Penuh Kejutan yang Memanjakan Telinga

Secara keseluruhan, Rayi, Asta, dan Nino tampak sukses membuktikan kedewasaan mereka dalam bermusik lewat album RAN.

Penulis: Yohanes Endra Kristianto
Editor: Diah Ana Pratiwi
Instagram/ranforyourlife
RAN 
- Transpose +

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Yohanes Endra Kristianto

TRIBUNSTYLE.COM - Tak terasa RAN sudah memasuki usia 10 tahun.

Empat album dari Rayi, Asta, Nino sudah meninggalkan jejak manis bagi para penikmat musik.

Kini saatnya RAN mempersembahkan album kelima sebagai lembaran baru.

Tepat di perayaan ulang tahun yang jatuh pada 18 November 2016, RAN merilis album self-titled.

Bukan RAN namanya kalau tidak menghadirkan kejutan.

Dimulai dari musik yang semakin berwarna dengan berbagai instrumen tradisional dan modern, sampai kolaborasi yang membuat mata dan telinga para penikmat musik terlena.

Selain itu album kelima RAN ini sepenuhnya independen dan dikerjakan mandiri, seperti dilansir dari berbagai media online.

Album yang kabarnya dipersiapkan sekitar 1 tahun ini berisi 10 lagu.

Lagu Ombak Asmara yang khas dengan pop funk ala RAN telah diperkenalkan lebih dulu sebagai pengantar album.

Begitu mendengar nama Kahitna yang diajak RAN untuk kolaborasi, tentu ini membuktikan sang junior telah memasuki fase pendewasaan.

Tak sia-sia, komposisi musik yang disajikan di single terbaru RAN memang mencuri perhatian para penikmat notasi melankolis.

Sentuhan musik khas ala Kahitna melebur menjadi perpaduan akustik yang indah di lagu Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru.

Beranjak ke tembang berjudul Hijau dan Biru, saat mendengar bagian awal sampai ke tengah memang terkesan seperti lagu pop funk RAN yang sudah-sudah.

Tak disangka, kejutan tersaji saat mendengar bunyi-bunyian musik tradisional Indonesia, termasuk gamelan, yang membuat kita semakin menghayati lirik lagu yang menggambarkan keindahan Nusantara.

Tema yang unik juga tersaji di lagu berjudul Mager.

Seperti sudah meramalkan fenomena viral mannequin challenge jauh-jauh hari, lagu ini pas banget untuk orang yang banyak wacana tapi ujungnya hanya angan karena tak kunjung bergerak.

Sesi perkusi dan harmonisasi asyik terdengar renyah di lagu yang mengangkat kehidupan musisi jalanan dalam judul Sang Penghibur.

Lagu cinta juga bisa kita rasakan sepenuh hati lewat tembang berjudul Can't Stop yang kental dengan denting piano.

Album ini juga bisa dinikmati oleh semua generasi berkat sebuah tembang nostalgia yang pernah populer dibawakan Vina Panduwinata di tahun 1989.

Yap, lagu berjudul Wow!! ciptaan Oddie Agam hadir menghiasi album dengan nuansa pop disko dan isian gitar Asta yang khas dalam musik RAN.

Di album ini kita beruntung bisa mendengar kolaborasi menyejukkan kalbu dalam lagu Melawan Dunia yang dibawakan dengan syahdu oleh RAN dan Yura Yunita.

Tembang nomor 9 ada judul Berlalu yang menceritakan tentang kegelisahan dan dilema sepasang kekasih yang hubungannya sudah di ambang kata putus.

Nyanyian Harapan menjadi penutup yang manis dengan mengajak kita untuk berhenti berputus asa.

Lagu ini menjadi sangat bermakna berkat suara merdu anak-anak penderita kanker dan dibalut dengan iringan orkestra.

Secara keseluruhan, Rayi, Asta, dan Nino tampak sukses membuktikan kedewasaan mereka dalam bermusik lewat album RAN.

Album RAN ini juga sudah bisa kamu dengarkan di sini.

Melengkapi album yang spesial, RAN membuat video khusus yang dipersembahkan untuk penggemarnya.

Check it now!

So, nggak perlu pikir panjang lagi untuk memasukkan album self-titled RAN ini ke dalam kotak musik koleksimu, kan?

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
RAN BANDYura YunitaKahitna
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved