Sinema TV Hari Ini
Sinopsis Mohabbatein Episode 89 - Perselisihan Ishita dan Shagun Semakin Panas
Shagun berkata bahwa Ruhi telah menghinanya, dia bertanya apakah Ishita yang mengajarkannya.
Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Delta Lidina Putri
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Tisa Ajeng
TRIBUNSTYLE.COM - Episode 89 serial India Mohabbatein nanti malam akan tayang (30/10/2016).
Mohabbatein akan menemani malam kamu nanti pukul 20:00 WIB.
Ingat ya serial India ini tayang di ANTV.
Kamu pasti penasaran kan dengan alur ceritanya?
Melansir dari intifilm.com, ini sinopsis episode 92 Mohabbatein:
Shagun lalu pulang sambil menggendong Ruhi dan membawa tas2 belanjaannya.
Sesampainya di rumah, Ruhi memanggil2 Ishita. Shagun berkata agar Ruhi mengucapkan terima kasih padanya.
Ruhi malah berkata agar Shagun mencuci muka karena wajahnya terlihat kotor.
Shagun berkata bahwa Ruhi telah menghinanya, dia bertanya apakah Ishita yang mengajarkannya.
Ruhi menjawab jika dirinya belajar hal baik dari ibu Ishi dan belajar hal buruk darinya (Shagun).
Shagun berdebat dengan Ruhi dan dengan marah berkata bahwa dirinya telah mengandungnya selama 9 bulan.
Ruhi menjawab ‘dan kemudian kau meninggalkanku selama 6 tahun’. Ruhi menambahkan ‘tidak ada yang bisa mencintaiku lebih dari Ibu Ishi, kau denganku hanya untuk tujuan egoismu’.
Shagun pun berkata Ruhi akan melihat bagaimana dia akan menendang Ishita keluar.
Ruhi menjawab ‘ini bukan rumahmu tapi rumah ibu Ishi..aku akan lihat bagaimana kau menendangnya keluar’.
Shagun geram dan mengangkat tangan untuk menampar Ruhi.
Ishita memegang tangan Shagun dan menatapnya dengan marah. Ishita meminta Ruhi pergi ke kamar. Ruhi pun pergi.
Ishita kemudian menghujat Shagun, dia menyuruh Shagun tutup mulut dan hanya mendengarkan kata-katanya saja. Ishita berkata pada Shagun ‘jika Raman dan keluarganya bisa menerima kehadiranmu di dalam rumah ini karena kata-kataku maka aku juga bisa membuatmu keluar dari rumah ini juga dengan kata-kataku”.
Shagun pun kemudian membalas ucapan Ishita dengan tak kalah sengitnya. Setelah itu Shagun beranjak pergi. Ishita pun marah dan meneteskan air mata.
Raman menunjukkan surat dari sekolah Aditya pada Ishita, dia berkata bahwa Aditya terpilih dalam perkemahan sepakbola.
Raman berkata akan memberitahu Aditya untuk bersiap2. Ishita teringat perkataan Shagun dan menangis.
Dia tidak bisa membiarkan Shagun memperalat Aditya dan harus menghentikannya, Ishita tidak ingin Raman terluka.
Shagun berbicara dengan Ishita, mereka saling mendebat. Ishita berkata akan merusak rencana Shagun, Shagun pun menantangnya.
Ishita kemudian memberi Shagun uang sebagai ganti belanja Ruhi kemarin, dia berkata bahwa dirinya tidak akan mengambil uang dari tamu.
Ishita menambahkan agar Shagun menyimpan uang tersebut untuk hari tuanya karena akan ada waktu dimana tidak seorangpun yang akan mendukungnya nanti.
Ishita kemudian melangkah pergi.
Mihir mengucapkan selamat pada Mihika, Mihika pun menyuruh Mihir untuk move on darinya.
Mihir pun menghujat dan memaki Mihika. Mihir berkata bahwa dirinya akan menemukan kebahagiaan tapi tidak dengan Mihika.
Mihir kemudian beranjak pergi. Mihika menangis dan berkata bahwa dirinya hanya ingin Mihir bahagia.
Raman meminta Neelu membawakan teh dan koran untuknya. Seorang lelaki dari perusahaan kartu kredit datang mencari Shagun, Raman menyuruh Neelu memanggil Shagun.
Shagun lalu menemui lelaki tersebut dan meminta pembayaran tagihan. Pada akhirnya pun Raman yang membayar tagihan tersebut.
Raman lalu bertanya pada Shagun bahwa dia sudah menerima uang bulanan tapi mengapa masih ada yang menagihnya.
Shagun beralasan uangnya habis untuk berbelanja dengan Ruhi.
Raman memintanya untuk tidak menjadikan Ruhi sebagai alasannya. Shagun marah karena Raman telah mengejeknya, diapun pergi ke kamar.
Raman mengikutinya dan meminta maaf, dia lalu berbicara dengan Shagun.
Raman menyuruhnya menikah, dia juga memuji-muji Ishita di depan Shagun, dia berkata jika Ishita telah merubah dirinya.
Beberapa saat kemudian Raman beranjak pergi dan Shagun pun stres memikirkan perkataan Raman.
Ruhi berteriak memanggil ayahnya untuk segera mengantarnya ke sekolah, Toshi menghampirinya dan Ruhi memintanya untuk datang pada saat perlombaan, Toshi berkata bahwa dirinya pasti akan datang.
Raman lalu mengantar Ruhi ke sekolah, sepatu Ruhi tertinggal, Ishita mengejarnya dengan berlari mengikuti mobil. Shagun dan Aditya melihat kecepatan Ishita berlari.
Raman pun akhirnya melihat Ishita dari spion dan menghentikan mobilnya, dia lalu memberikan sepatu Ruhi.
Raman berkata bahwa Ishita berlari dengan sangat cepat. Ishita berkata bahwa dia sedang berlatih.
Ishita berjalan pulang, Aditya lalu mengatakan pada Shagun bahwa Ishita berlari dengan sangat cepat.
Shagun berkata bahwa dirinya akan menang bagaimanapun caranya, dia lalu meminta Aditya bersiap-siap mengemas tasnya karena ayahnya akan mengantarnya ke perkemahan sepak bola. Aditya pun merasa senang.
Toshi mengatakan sesuatu pada Neelu, Shagun lalu dengan sengaja memberikan buku harian Aditya pada Neelu agar Toshi melihatnya.
Toshi pun akhirnya meminta buku harian itu pada Neelu. Toshi lalu membacanya. Shagun memperhatikan dari kamar dan tersenyum.
Toshi membaca buku harian itu dan ada satu bagian yang mengatakan bahwa Aditya akan sangat bahagia jika ibunya (Shagun) ambil bagian dalam perlombaan lari.
Toshi lalu menutup buku dan berjalan ke kamar Ishita.
Ishita berada di kamar dan memikirkan sesuatu sambil berbicara sendiri.
Toshi lalu datang dan ragu-ragu mengatakan agar Ishita memberikan tempatnya untuk Shagun dalam lomba lari tersebut, Ishita terkejut.
Ishita lalu mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menuruti permintaannya. Ishita meminta maaf dan memberi penjelasan pada Toshi. Toshi lalu memberikan diary Aditya pada Ishita.
Ishita tidak yakin itu tulisan tangan Aditya.
Ishita lalu bercerita tentang kejadian sewaktu Lohri sewaktu Aditya bersikeras Raman melakukan Pooja dengan Shagun, Ishita berkata pasti sudah ada yang memperalat Aditya, Toshi bertanya siapa orangnya, Ishita menjawab “Shagun”.
Ishita juga berkata bahwa tulisan tangan di diary Aditya bukan tulisan Aditya karena dia paham tulisan Aditya setelah memeriksa pekerjaan rumahnya.
Toshi hendak mendatangi Shagun tapi Ishita melarangnya dan menasihatinya.
Ishita masih memberi pengertian ibu mertuanya.
Toshi kemudian berkata akan bersama-sama dengan Ishita menyelamatkan rumahnya dari ‘api’, Ishita lalu memberitahu rencananya pada Toshi.
Toshi pun berhighfive dengan Ishita kemudian keluar.
Mihir berada dirumahnya, dia mengambil file nya dan membukanya, dia menemukan fotonya bersama Mihika dan berbicara sendiri bahwa dirinya harus memulai kehidupan barunya. Dia lalu merobek fotonya.
Di tempat perlombaan, Shagun datang sambil menelpon temannya. Ishita lalu datang bersama Toshi.
Mereka saling pandang. Lalu Ishita meminta Toshi untuk berpura2 mengatakan sesuatu, Toshi mengatakan sesuatu sambil berteriak pada Ishita kemudian beranjak pergi.
Vandu datang menyapa Ishita. Toshi pergi mendatangi Shagun dan berbicara dengannya lalu mengajaknya pergi duduk ke tempat penonton.
Mereka mengobrol dan pada intinya Toshi berlagak mendukung penuh pada Shagun dan mengabaikan Ishita.
Vandu meminta Ishita melihat ibu mertuanya yang sedang bersama Shagun, tapi Ishita meminta Vandu mengabaikannya dan fokus pada perlombaan saja.
Simmi lalu melihat ibunya memegang tangan Shagun dan menghampirinya, Simmi menanyakan sesuatu.
Tapi Toshi menyuruhnya diam. Sementara Romi sudah tiba di tempat perlombaan dan berbicara dengan dokter via telepon mengenai penyakitnya dan ternyata sang dokter ada di belakangnya.
Host membuka acara, semua bertepuk tangan. Lalu Host memanggil para ibu wali murid.
Shagun lalu melangkah pergi, Toshi mengumpatnya dengan perlahan.
Shagun melintas didepan Ishita dengan pongahnya, Ishita lalu memberi tanda jempol pada Toshi pertanda akting ibu mertuanya memang meyakinkan.