Di-bully karena Kulit Hitam Legamnya, Perempuan Ini Malah Jadi Model Tenar di Internet
Dengan dukungan orang di sekitarnya, anak yang di-bully bisa menjadi sangat sukses, atau ya menjadi orang yang kuat.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Cecylia Rura Patulak
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Kadang orang yang di-bully bisa sangat stres.
Namun, dengan dukungan orang di sekitarnya, anak yang di-bully bisa menjadi sangat sukses, atau ya menjadi orang yang kuat.
Melansir Bored Panda seperti Khoudia Diop, gadis berusia 19 tahun merupakan model dari Senegal.

Bored Panda
Dulunya ia di-bully karena warna kulitnya.

Bored Panda
Namun sekarang ia dijuluki sebagai Dewi Melanin dan membuat Internet terpesona oleh kulit yang kaya akan melanin tersebut.

Bored Panda
"Aku sering diolok saat aku remaja, karena warna kulitku," Khoudia, yang berada di Paris mengatakan kepada Daily Mail.

Bored Panda
"Dan sekarang pun di internet aku sering diolok, orang akan memberikan komen negatif, setelah dewasa aku menghadapi mereka yang mem-bully aku."

Bored Panda
"Dan semakin besar aku semakin sadar untuk mencintai diriku sendiri, dan tidak memikirkan komentar negatif orang."

Bored Panda
Sejak saat itu Khoudia, yang memulai modelling pada usia 17 tahun, memenangkan hati netizen dengan foto cantiknya yang membuat Instagram miliknya kebanjiran followers sebanyak 235 ribu.

Bored Panda
Ia juga menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki, ia menulis, "Jika kamu beruntung maka jangan pernah diubah."

Bored Panda

Bored Panda
Jadi Korban Bully Dibilang Mirip Sapi, Remaja Cantik Ini Ingin Buktikan Kemampuannya di Hollywood
Tindak bullying memang tengah marak belakangan ini.
Dari anak sekolah hingga kuliah, ada saja dari mereka yang menjadi korban bully.
Efek bully tak hanya membahayakan psikis tapi juga fisik.
Korban bully yang tak tahan dengan segala tekanan yang diterima bisa melakukan tindakan ekstrem demi lepas dari sasaran.
Yang paling parah, mereka bisa saja bunuh diri karena sudah tak kuat menerima segala tindakan kasar pelaku bullying.
Alasan seseorang menjadi sasaran bully pun bermacam-macam.
Kekurangan fisik, kemampuan intelegensi, bahkan karena punya kelebihan pun orang bisa menjadi target bully-an.
Kasus bully pada remaja terjadi hampir di seluruh dunia.
Dilansir Daily Mail, Marika Nagi (19) adalah korban bully yang berasal dari Wythenshawe, Manchester, Inggris.
Dia di-bully karena kekurangan fisiknya.
Sekitar 60 persen bagian badannya tertutup tanda lahir.
Bahkan ukuran terbesar bisa mencapai 30-45 cm.
Itulah kenapa dia sering dipanggil dengan sebutan sapi dan sering diledek terkena cipratan lumpur.
Setelah bertahun-tahun menjadi sasaran bully, Marika mengaku dia kini telah menemukan kepercayaan dirinya atas kekurangan fisik yang dia miliki.
Dia tengah berusaha meraih impiannya untuk bisa berakting.
Dia ingin bisa menginspirasi remaja perempuan lain agar bisa mencintintai diri mereka apa adanya.
Gadis yang lahir di Jerman ini sekarang sedang mengikuti program au pair di Inggris.
Marika mengatakan, "Aku menghabiskan masa kecilku untuk mengurung diri. Tapi, sekarang aku tak akan membiarkan orang lain menghentikanku untuk meraih ambisiku."

amazonaws.com
Marika menganggap tanda lahirnya telah membuatnya jadi spesial.
Dia berpendapat jika semua orang kelihatan sama, maka akan terlihat jadi mebosankan.
Marika telah pindah ke Inggris untuk belajar akting dan berharap bisa meraih impiannya menjadi aktris.
Gadis berambut pirang ini tak akan membiarkan bully-an membuatnya kecil hati.
Saat bersekolah, Marika mendapatkan berbagai bully-an yang mengerikan, baik secara verbal atau pun serangan fisik.
Dia bahkan tak punya teman dan kebanyakan temannya justru memanggilnya "buruk rupa".
Yang lebih ekstrem, para teman perempuannya mendorong dan menendangnya.
Marika sempat kehilangan kepercayaan dirinya dan bahkan mulai berpikir bahwa dia memang menjijikan.
Dokter tak bisa memastikan penyebab Marika lahir dengan kondisi fisik seperti itu.
Namun, Marika sebenarnya telah menjalani 7 kali operasi untuk menghilangkan tanda lahirnya yang paling besar sejak usianya 2 bulan.

amazonaws.com
Hal ini dia lakukan untuk mengurangi resiko kanker.
Meskipun tak berbahaya, beberapa orang dengan tanda lahir yang besar memiliki resiko tinggi terkena kanker kulit melanoma.
Ibu Marika selalu mengatakan bahwa dia cantik.
"Tapi, sulit bagiku percaya saat orang asing menunjukku dan mentertawakanku, atau orang-orang di sekolah bilang aku jelek," ungkapnya.
Namun, sekarang setelah 19 tahun, Marika sudah bisa mencintai dirinya sendiri.
Dia ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa perbedaan justru bisa membuat kita terlihat cantik.
Salut! Semoga Marika bisa sukses meraih impiannya menjadi aktris, ya.
-------------------------
Jangan Lupa!
Add Official Line: @TribunStyle.com
Like Fanpage Facebook: Tribun Style
Follow Twitter: @tribunstyle
Instagram: @Tribunstyle
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/khoudia-diop_20161025_172135.jpg)










