Karya Raditya Dika - Enggan Disebut Sastrawan, Trus Maunya Apa Nih?
Rupanya gelar tersebut dinilai Radit terlalu istimewa dan keren untuknya.
Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Delta Lidina Putri
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Sinta Manila
TRIBUNSTYLE.COM – Karya-karya dari Raditya Dika sudah tak diragukan lagi.
Selain jumlah yang tak sedikit, buku-buku hasil karyanya juga menjadi best seller.
Uniknya, pria yang juga berhasil mmengekranisasika hasil tulisanya ke dalam film ini selalu menggunakan nama binatang untuk judulnya.
Sebut saja, Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa, Babi Ngesot, Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon dan Koala Kumal.
Seolah semua bidang di entertainment ini digeluti olehnya, Penulis, Sutradara, Komika, Aktor dll.
Sehingga tak heran jika mungkin nantinya Raditya Dika akan dimasukan dalam jajaran angkatan sastrawan, seperti halnya para penulis lain yang telah mewarnai karya sastra Indonesia.
Rupanya gelar tersebut dinilai Bang Radit terlalu istimewa dan keren untuknya.
Doi lebih suka jika disebut 'Penulis Ganteng'.
"Gue sih agak segan disebut sastrawan, kesannya keren banget gitu. Gue lebih senang disebut 'penulis ganteng'. Lebih akurat.." tulisnya dalam twitter.
Sebutan tersebut sesuai dengan genre dan usia yang menyertai pria 31 tahun ini.
Netizen menanggapinya dengan lucu, pemilik akun "@kvntet "napa ga 'Penulis Pendek' aja sih. Itu juga lebih akurat :)"
Wah sama aja itu bang...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/raditya-dika_20160805_163457.jpg)