Breaking News:

Hari Antariksa - Yuk Matikan Lampu Dan Lihat Indahnya Bintang

Nikmati indahnya langit dan kita dapat menghemat daya listrik. Selamatkan bumi, yuk! Kapan gerakan ini akan berlangsung? Baca di sini!

Tayang:
Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Lilis Maryati
Facebook/InfoAstronomy
Poster Hari Antariksa 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Tisa Ajeng

TRIBUNSTYLE.COM - Tanggal 6 Agustus 2016 ditetapkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai Hari Keantariksaan.

Maka dari itu, pada dua hari ke depan, warga diharapkan untuk mematikan lampu rumah dan jika bisa lampu jalan.

Cukup 1 jam saja, mulai dari 20.00-21.00 WIB.

Akun facebook Info Astronomy menuliskan hal ini.

Setelah kita mematikan lampu di luar ruangan, nantinya kita bersama-sama keluar ruangan untuk menyaksikan langit.

Kalau kita berhasil meminimalisasi polusi cahaya selama satu jam, kita bisa melihat Galaksi Bima Saksi dengan ratusan milyar bintang membentang dari Utara ke Selatan!

Mari berpartisipasi, mari mengembalikan keindahan langit malam bertabur bintang.

Gerakan sederhana namun membawa dampak besar mengajak netizen untuk menggunakan #MalamLangitGelap di setiap postingan media sosial.

So, Guys, jangan lupa ikut serta ya!

Nikmati indahnya langit dan hemat daya listrik.


Facebook/InfoAstronomy

340 Hari di Antariksa

Tinggi badan astronot AS Scott Kelly (52) bertambah sekitar 2 inci atau sekitar 5 sentimeter setelah tinggal di stasiun antariksa internasional atau ISS selama 340 hari.

"Sesuai prediksi dan hanya sementara. Astronot bertambah tinggi saat berada di luar angkasa karena tulang belakangnya memanjang. Namun, akan kembali ke kondisi sebelumnya tak lama setelah kembali ke Bumi," kata juru bicara NASA Jeff Williams seperti dikutip CNN, Kamis (3/3/2016) lalu.

Perubahan tinggi badan selama di ruang tanpa bobot menjadi topik penelitian penting yang dikembangkan NASA untuk menyiapkan misi luar angkasa yang membutuhkan waktu lama seperti perjalanan ke Mars.

Perubahan di tubuh Scott Kelly tidak hanya dipelajari sebagai individu, tetapi juga dibandingkan dengan kondisi tubuh pasangan kembar identiknya, Mark Kelly, yang juga mantan astronot NASA.

Scott Kelly dan Mark Kelly terlibat dalam proyek penelitian untuk membandingkan kesehatan dan genetika keduanya. Dalam penelitian ini, NASA ingin membandingkan pengaruh gravitasi terhadap perkembangan tubuh manusia.

Astronot sering menjadi lebih tinggi di antariksa karena sendi tulang belakang manusia sedikit berimpit akibat gravitasi di Bumi.

Sebagai kembar identik, Scott dan Mark punya tinggi badan yang sama sebelum misi dilakukan.

Karena perubahan tinggi badan hanya sementara, Scott Kelly hanya punya waktu sebentar menunjukkan kalau ia lebih tinggi ketimbang pasangannya.

Scott Kelly kembali ke Bumi pada Rabu (2/3/2016) pagi menggunakan kapsul antariksa Soyuz milik Rusia bersama dua kosmonot Rusia Mikhail Kornienko dan Sergey Volkov.

Kapsul yang membawa ketiganya mendarat dengan mulus di padang rumput Kazakhstan.

Ia saat ini memegang rekor sebagai astronot Amerika Serikat yang paling lama tinggal di antariksa setelah tinggal 340 hari di luar angkasa, mengelilingi bumi 5.440 kali, menempuh perjalanan sejauh 230 juta km, dan menyaksikan 10.880 matahari terbit dan terbenam.

Selain melakukan penelitian dampak pengaruh gravitasi terhadap tubuh, Scott Kelly juga bertani di luar angkasa bersama astronot lainnya.

Tags:
Hari AntariksaInfo AstronomyEarth HourDeddy CorbuzierLalu Muhammad Zohri
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved