Penembakan di Masjid Selandia Baru

Sosok Daud Nabi, Kakek 71 Tahun Tewas Selamatkan Jemaah Lain, Saat Hidup Suka Bantu Pengungsi

Sosok Daud Nabi, kakek 71 tahun tewas selamatkan jemaah lain, saat hidup suka bantu pengungsi.

Sosok Daud Nabi, Kakek 71 Tahun Tewas Selamatkan Jemaah Lain, Saat Hidup Suka Bantu Pengungsi
Facebook/Omar Nabi
Sosok Daud Nabi, kakek 71 tahun tewas selamatkan jemaah lain, saat hidup suka bantu pengungsi 

Sosok Daud Nabi, kakek 71 tahun tewas selamatkan jemaah lain, saat hidup suka bantu pengungsi.

TRIBUNSTYLE.COM - Penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019), menciptakan duka mendalam di berbagai penjuru dunia.

Tidak hanya menciptakan duka mendalam saja, kejadian itu juga menyimpan kisah kepahlawanan.

Di tengah deru tembakan yang menghabisi jemaah di dalam masjid, terdapat pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan yang lainnya.

Naeem Rashid tewas ketika mencoba mengambil senjata teroris yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant ketika menyerang Masjid Al Noor Jumat (15/3/2019).

Naeem Rashid, Sosok Guru Terjang Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Demi Putra & Jamaah Lain

Dilansir Daily Mirror Sabtu (16/3/2019), kematian Rashid dibenarkan oleh saudaranya Khursheed Alam. Dia juga membenarkan keponakannya yang juga putra Rashid, Talha, juga tewas.

Kepada ARY News, Alam mengungkapkan Rashid dan Talha berasal dari Abbottabad Pakistan.

Mereka pindah ke Christchurch karena Rashid bekerja sebagai guru.

Ketika serangan terjadi, Daily Pakistan memberitakan Rashid menerjang Tarrant yang datang dengan pakaian militer dan mengenakan helm.

Namun dalam upayanya melawan Tarrant, Rashid terluka.

Kisah Heroik Marbot Masjid Lawan Penembakan Selandia Baru dengan Tangan Kosong, Pelaku Sampai Kabur

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved