Penembakan di Masjid Selandia Baru

Selandia Baru Dikenal Aman Teroris, Paling Parah Orang Bawa Senapan Angin, Ternyata Teroris Nyata!

Selandia Baru Dikenal Aman Teroris, Paling Parah Orang Bawa Senapan Angin, Ternyata Teroris Nyata!

Selandia Baru Dikenal Aman Teroris, Paling Parah Orang Bawa Senapan Angin, Ternyata Teroris Nyata!
AFP/GLENDA KWEK
Warga kota Christchurch, Selandia Baru meletakkan karangan bunga untuk mengungkapkan rasa duka terkait penembakan masjid yang menewaskan 49 orang pada Jumat (15/3/2019).(AFP/GLENDA KWEK) 

TRIBUNSTYLE.COM - Pada Jumat (15/3/2019), Yama Nabi terlambat 10 menit untuk melaksakan ibadah shalat Jumat.

Saat tiba di dekat masjid, dia melihat sesuatu yang salah.

Yama memarkir mobilnya dan menyuruh putrinya Zahal (6) untuk lari.

Dalam perjalanannya menuju masjid, Yama melewati seorang pria yang tergeletak di dalam selokan.

Pria di selokan itu mengalami luka parah di kepala dan Yama yakin pria tersebut sudah tak bernyawa lagi.

Semakin dekat dengan masjid, Yama melihat seorang pria asal Somalia yang kerap dia temui di rumah ibadah itu.

Pria tersebut bersama putranya, seorang bocah yang diingat Yama selalu bermain di dalam masjid meski seharusnya dia menjalankan shalat.

Kisah Heroik Pemuda Rebut Senjata Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru, Biasa Mengurus Masjid

Benarkah Penembakan Brutal Brenton Tarrant di Selandia Baru Terpicu Game Kekerasan? Ini Jawabannya

Korban penembakan teroris di Selandia Baru dievakuasi.
Korban penembakan teroris di Selandia Baru dievakuasi. (TV New Zealand/AFP)

Pria Somalia itu bersandar di dinding. Kakinya tertembak.

Di sampingnya tergeletak putra kecilnya, ditutupi jaket sang ayah.

Polisi yang baru tiba di lokasi, melarang Yama masuk ke dalam masjid.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved