Foto dari Luar Angkasa: Tampak Jelas Kotoran Hewan Menyelimuti Bumi, Tinja dan Kencing Binatang

Gambar dan foto luar angkasa menunjukkan betapa permukaan bumi sudah berselimut kotoran hewan.

Foto dari Luar Angkasa: Tampak Jelas Kotoran Hewan Menyelimuti Bumi, Tinja dan Kencing Binatang
Istimewa
Siapa yang kentut di luar angkasa? Peta ini menunjukkan seberapa parah paparan gas amonia di atmosfer kita berdasarkan berdasarkan data satelit 9 tahun. Tim ahli yang terlibat dalam penelitian menemukan ada 242 titik panas amonia (dikelilingi oleh lingkaran hitam) dan 178 zona emisi yang lebih luas (dibingkai oleh persegi panjang putih). Menurut mereka, sekitar dua pertiga dari titik-titik panas ini sebelumnya tidak diketahui. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kotoran ternak mungkin bukan hal besar yang patut dipermasalahkan.

Namun ternyata, hal yang kita remehkan ini bisa dilihat dari luar angkasa telah menyelimuti bumi.

Hal yang dilihat dari luar angkasa tentu bukan wujud kotoran hewan yang sesungguhnya, tetapi gas amonia yang dihasilkan oleh kotoran tersebut.

Gas amonia (NH3) adalah gas limbah tak berwarna yang terbentuk ketika nitrogen dan hidrogen menyatu.

Gas ini ada di seluruh dunia, namun yang paling banyak muncul karena kotoran hewan, entah itu dari air seni atau tinja.

Saat kotoran hewan dalam jumlah banyak membusuk, misalnya di sebuah peternakan besar, gas amonia yang dilepaskan dapat bergabung dengan senyawa lain dan mencemari udara, air, dan tanah.

Paparan ini dapat menyebabkan penyakit paru-paru hingga kematian, gagal panen, dan kematian hewan massal.

Dengan melacak dan mengatur emisi amonia dapat membantu mencegah bahaya tersebut.

Dengan pemikiran itu, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin para peneliti dari Université Libre de Bruxelles (ULB) di Belgia menggabungkan sembilan tahun data satelit untuk membuat peta paling komprehensif dari gas amonia diatmosfer.

Peta amonia yang dibuat tim ULB telah diterbitkan bersama laporannya dalam jurnal Nature yang terbit Rabu (5/12/2018).

Halaman
123
Ikuti kami di
Tags
China
Eropa
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved