Gempa Situbondo

Jadikan Gempa Situbondo sebagai 'Lelucon' di Status Facebook, Pria Ini Diciduk Polisi

Melalui akun Faebooknya, Arief Septian Anugrah menuliskan status soal gempa Situbondo dengan tulisan yang dinilai kurang pantas dan minim empati.

Jadikan Gempa Situbondo sebagai 'Lelucon' di Status Facebook, Pria Ini Diciduk Polisi
TribunStyle.com/Surya/Izi Hartono
Pemilik akun FB di Situbondo saat dipanggil polisi karena membuat status tak etis soal Gempa Situbondo berkekuatan 6,4 SR. 

TRIBUNSTYLE.COM - Entah apa yang dipikirkan oleh Arief Septian Anugrah, seorang warga Situbondo, Jawa Timur saat menuliskan status di Facebooknya terkait gempa Situbondo.

Alih-alih merasa prihatin, pemuda ini justru menjadikan peristiwa gempa Situbondo sebagai lelucon di status Facebooknya.

Melalui akun Faebooknya, Arief Septian Anugrah menuliskan status soal gempa Situbondo dengan tulisan yang dinilai kurang pantas dan minim empati.

"Ayo Situbondo gempa lagi. Karena gempa yang tadi kurang berasa goyangannya," tulis Arief.

Total 3 Wilayah Indonesia Diguncang Gempa Kamis 11 Oktober, Tetap Tenang, Tak Berpotensi Tsunami

Tak pelak, unggahannya tersebut menuai berbagai kritik dari warganet yang membacanya.

Akun Arief pun dilaporkan langsung kepada Humas Polres Situbondo, lantaran dianggap meresahkan.

Tak butuh waktu lama untuk menciduk Arief.

Polsek Panji segera menjemput pemuda tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Penjemputan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keresahan masyarakat yang semakin meluas," terang Kapolsek Panji, AKP Hariono, yang menjemput Arief bersama Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo dan Bhabinkamtibmas Brigadir Surya, dikutip TribunStyle.com dari Surya.co.id.

Selain itu, penjemputan Arief dilakukan untuk memberikan klarifikasi.

Korban Gempa Situbondo Kenang Detik-detik Goncangan, Sempat Kira Anak Mengigau saat Berteriak

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Yohanes Endra Kristianto
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help