Jalur yang Rawan Perlambatan dan Jalur Mudik Utama di Yogyakarta

Mengingat adanya beberapa ruas jalan yang masih dalam perbaikan, Polda DIY telah melakukan koordinasi kepada semua Kasat Lantas untuk memantau jalur.

Jalur yang Rawan Perlambatan dan Jalur Mudik Utama di Yogyakarta
tribunjogja/obeddoni
Kondisi lalu lintas yang padat di jalur mudik-balik Klaten-Jogja, tepatnya di kawasan Prambanan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Jalur alternatif mudik di DIY berpotensi terjadi perlambatan.

Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Latif Usman menjelaskan, potensi tersebut dapat terjadi di jalur Turi, Sleman khususnya dari wilayah Tempel hingga wilayah Prambanan. 

Dikatakannya pula, pihaknya turut mengantisipasi pemudik atau pengendara yang adalah yang datang dan memotong jalur dari Magelang menuju jalur alternatif tersebut.

"Karena di situ (Turi ke Prambanan) termasuk jalur mudik alternatif yang cukup padat. Kalau lainnya mungkin dari Kulonprogo yang tembus sampai wilayah Tempel, tapi di situ tidak begitu rawan perlambatan," ujarnya beberapa hari lalu.

Diklaim Lebih Lancar, Ini Deretan Fakta Arus Mudik 2018, 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta!

Sambungnya, mengingat adanya beberapa ruas jalan yang masih dalam perbaikan, ia telah melakukan koordinasi kepada semua Kasat Lantas untuk memantau jalur yang tengah dikerjakan.

Hal itu guna memastikan hingga kapan pengerjaan selesai dan dapat dilintasi oleh para pemudik.

"Yang penting dari Kasat Lantas di wilayahnya masing-masing terus mengawasi pembangunannya. Sehingga saat H-10 pembangunan sudah selesai, meski ada beberapa titik yang tidak mungkin terselesaikan pada H-10. Kami juga upayakan meski belum terselesaikan, tetap bisa dilewati masyarakat," ulasnya.

Disinggung mengenai jalur menuju wisata Mangunan terkena pembatasan kendaraan atau tidak, Dirlantas menungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Hal itu dirasanya perlu karena jika memaksakan kendaraan berat melintas di daerah tersebut dapat berpotensi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Kita selalu koordinasikan, kalau memang tidak siap nanti tidak akan dipaksakan dan hanya kendaraan tertentu yang boleh lewat situ (ke Mangunan). Karena kalau kita paksakan dan jalur belum siap nanti berisiko, kita lihat perkembangan sampai H-10 dan menyesuaikan dengan kunjungan wisatawan juga," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help