Home »

Life

»

story

Teror Bom

Salut! Anak dari Terduga Teroris Ini Tak Mau Jadi Seperti Orang Tuanya dan Putuskan Ikut Neneknya!

HAR (17), anak terduga teroris di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, memilih hidup di jalannya sendiri tanpa mengikuti paham yang diberikan ibu dan ayahnya

Salut! Anak dari Terduga Teroris Ini Tak Mau Jadi Seperti Orang Tuanya dan Putuskan Ikut Neneknya!
dok. Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengunjungi anak korban pelaku bom Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). 

TRIBUNSTYLE.COM - Ledakan bom di Rusunawa Wonocolo di Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) malam, menewaskan anggota keluarga Anton Febrianto (47).

Ledakan bom juga menewaskan istri Anton, Puspitasari (47), dan anak perempuan mereka, HAR (17), terlebih dahulu, dan kemudian melukai ketiga anak yang lain.

Anton kemudian tewas ditembak polisi yang datang ke lokasi.

HAR (17), anak terduga teroris di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, memilih hidup di jalannya sendiri tanpa mengikuti paham yang diberikan ibu dan ayahnya, Anton Febrianto dan Puspitasari.

Ia menolak doktrin orang tuanya untuk menjadi teroris, seperti yang didapat ketiga adiknya yang selamat, AR (15), FP (11) dan GHA (10)

HAR memilih tinggal bersama sang nenek dan menyelesaikan sekolahnya.

Hal itu diketahui dari penjelasan Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin di Media Center Polda Jatim, Selasa (15/5/2018).

"Ada satu anak dewasa yang di Rusun Wonocolo itu menolak ikut ajaran dari orangtuanya," kata ujar Machfud, mengutip dari TribunJatim.com.

"Ia memilih untuk tetap bersekolah dan ikut dengan neneknya," tambahnya.

Kapolda Jatim menjelaskan, satu cara pendoktrinan agar anak-anak mau sejalan dengan orang tuanya adalah dengan memperlihatkan video jihad secara rutin.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help