Teror Bom

Heboh Teror Bom Surabaya, Cewek Bercadar Teman Afi Nihaya Dapat Diskriminasi, Ceritanya Viral!

Afi Nihaya Faradisa sempat viral karena melalui tulisannya di Facebook dianggap punya pemikiran seluas samudera, kali ini membuat postingan lagi.

Heboh Teror Bom Surabaya, Cewek Bercadar Teman Afi Nihaya Dapat Diskriminasi, Ceritanya Viral!
KOLASE

"Tau nggak Fi, aku diusir dari M*r*t* karena keamanan tokonya takut aku bawa bom".

Jujur, aku tersentak juga karena dia sahabatku. Aku tahu yang dia rasakan; terasing. Dia merasa terdiskriminasi di kotanya sendiri. Mau belanja keluar saja harus menghadapi tatapan paranoid dari orang karena cadarnya.

"Aku kan nggak bawa bom Fi... Kenapa sih gara-gara ulah beberapa orang kemarin akhwat-akhwat semua jadi kena..."

Iya sayang. Aku tahu kamu nggak bawa bom.

Tapi, kamu tahu kan, keputusanmu sendiri untuk bercadar akan selalu hadir sepaket dengan konsekuensinya.

Terlebih toko itu nggak punya SOP dan alat yang memadai untuk pemeriksaan "tingkat tinggi" seperti alat deteksi dan penjinak bahan peledak. Jadi, mereka nggak tahu.

Kita berdua kan belajar psikologi.

Kita tahu bahwa mustahil orang tidak takut melihat "atribut tertentu" setelah peristiwa yang sangat mengerikan beberapa hari terakhir.

Otak manusia selalu membuat asosiasi, dalam hal ini asosiasi antara cadar, celana cingkrang, jenggot, dan jidat hitam dengan potensi adanya teror.

Kita tahu bahwa otak reptil dan otak limbik manusia adalah bagian dari alat untuk survival, perangkat dasar bertahan hidup.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Mohammad Rifan Aditya
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help