Viral Siswa SD Peserta USBN Cantik, Curi Perhatian Netizen Usai Diwawancarai SCTV

Diketahui siswa SD itu sebagai Cut Rashya. Rashya mulai jadi perbincangan netizen usai muncul disesi wawancara singkat Liputan 6 SCTV.

Viral Siswa SD Peserta USBN Cantik, Curi Perhatian Netizen Usai Diwawancarai SCTV
Kolase TribunStyle

TRIBUNSTYLE.COM - Video wawancara kepada seorang siswi Sekolah Dasar (SD) usai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mendadak jadi perbincangan hangat netizen di dunia maya.

Diketahui siswa SD itu sebagai Cut Rashya.

Rashya mulai jadi perbincangan netizen usai muncul disesi wawancara singkat Liputan 6 SCTV.

Dalam video singkat memperlihatkan suasana di sebuah sekolah dasar.

Pewarta menanyakan kepada beberapa siswa tentang soal-soal di USBN tahun ini.

Dari beberapa siswa sebagai narasumber, jawaban Rashya ternyata yang paling mencuri perhatian.

Ketika ditanya bagaimana mengikuti USBN, jawaban Rashya bikin banyak netizen gemas.

"Nggak susah tapi nggak gampang juga," terangnya.

Rashya mengaku tak mudah mengerjakan soal Matematika.

Terkhususnya pada bagian soal Matematika essay.

Cuplikan video wawancara Rashya ini beredar luas di media sosial.

Di antaranya diunggah oleh channel Youtube Zivaaditya, Selasa (8/5/2018).

Sejak diunggah video itu mencuri lebih dari 70 ribu penonton hingga Kamis (10/5/2018) malam.

Netizen yang mengaku gemas melihat jawaban Rashya.

Di antara netizen lain dibuat gagal fokus dengan paras cantik yang dimilik gadis muda tersebut.

Bahkan ada netizen menyebut gadis ini mirip artis Mika Tambayong, Natasha Rizki, atau Yuki Kato.

Bahkan kartun yang mengambarkan Rashya sudah beredar luas di media sosial.

Kartu Rasha diunggah akun Instagram Awreceh pada Kamis malam.

"Sedang ramai," keterangan video tersebut.

awreceh.id
instagram.com/awreceh.id

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

BACA LAGI:

Yuk Subscribe Channel YouTube TribunStyle.com:

5 Fakta Peserta SBMPTN Melahirkan di Toilet, 3 Kali Izin ke Toilet hingga OB Dengar Tangisan Bayi

Pelaksanaan tes SBMPTN yang berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia kemarin (8/5/2018) meninggalkan cerita tak terduga.

Bukan tentang peserta ada yang pakai joki atau bocornya soal-soal SBMPTN.

Kejadian mengejutkan saat pelaksanaan SBMPTN terjadi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Selasa (8/5/2018).

Seorang peserta SBMPTN yang sedang mengikuti serangkaian tes tiba-tiba melahirkan bayi di toilet.

IR inisialnya melahirkan saat sedang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, melansir dari Tribun Timur.

Mirisnya, IR sempat berusaha menyembunyikan kelahiran bayinya dari petugas disana.

Bahkan usai melahirkan IR juga masih bersikeras ingin ikut melanjutkan tes SBMPTN.

Berikut ini TribunStyle merangkum 5 fakta peserta SBMPTN yang melahirkan di toilet berikut ini:

1. Tiga kali izin ke toilet


Ilustrasi ujian dan bayi peserta ujian dibuang di toilet Unhas
Ilustrasi ujian dan bayi peserta ujian dibuang di toilet Unhas (Tribun Timur)

Berdasarkan siaran pers dari Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, peristiwa bermula saat IR tiba-tiba mengeluh perutnya sakit.

Saat itu ujian sesi kedua baru berlangsung sekitar 30 menit atau sekitar pukul 11.15 Wita.

IR sempat izin ke toilet hingga 3 kali.

Sesuai standar operasional prosedur pengawasan, setiap kali ke toilet, peserta ujian harus didampingi seorang pengawas ruangan.

Pada saat ke toilet untuk ketiga kalinya, IR terdengar beberapa kali mengerang, dan cukup lama di dalam toilet.

IR sempat ditanya, apa yang terjadi di dalam toilet, namun wanita itu bilang tak ada apa-apa.

Pengawas yang mendampingi pun langsung melaporkan hal ini kepada posko pusat untuk meminta bantuan medis.

2. Petugas hampir mendobrak toilet

Beberapa menit kemudian 3 anggota tim medis tiba di toilet, namun IR menolak ditolong dan melarang mereka masuk.

“Kami sempat mendengar ia teriak beberapa kali. Teriakan kedua dan ketiga itu tersengar seperti orang mengedan,” kata dr Irda Yulianti Dahri, seorang anggota tim medis.

Tim medis juga mendengar suara air diguyur sangat banyak dari dalam kamar mandi yang tertutup rapat.

Petugas medis lantas berniat mendobrak pintu toilet tersebut.

“Setelah lebih dari 30 menit menunggu, kami mulai berpikir untuk mendobrak pintu karena menurut kami ini hal yang tidak lazim."

"Tetapi tiba-tiba ia (IR) keluar dari dalam kamar mandi dalam kondisi basah kuyup. Ia kelihata lelah dan ada bercak-bercak darah,” kata Irda melanjutkan.

Sesaat setelah IR keluar, tim medis kemudian masuk ke toilet untuk memeriksa apa yang terjadi sebelumnya.

“Kami sebenarnya curiga ada sesuatu, mungkin pendarahan atau keguguran, tetapi kami tidak menemukan apapun di dalam kamar mandi,” kata Risnawati anggota tim medis lainnya.

IR malah mencoba kembali ke ruangan untuk melanjutkan ujian yang sebelumnya beberapa menit ditinggalkan.

Namun, IR tak diizinkan tim medis karena kondisi kesehatannya tampak sangat tidak memungkinkan.

IR dipaksa ke rumah sakit, tapi menolak.

Tim medis lalu menegaskan, IR hanya boleh kembali ke ruang ujian jika sudah diperiksa oleh dokter di rumah sakit.

Akhirnya, IR bersedia untuk dibawa ke Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin yang terletak hanya beberapa ratus meter dari lokasi ujian.

3. Bayi ditaruh dalam kloset yang tertutup rapat

Sekitar pukul 12.00 Wita, ketika tim medis dan Irf sedang berada di rumah sakit, seorang petugas kebersihan kampus bernama Suri (41) masuk toilet tersebut untuk membersihkan.

Namun, ia tiba-tiba terkejut mendengar suara tangisan bayi.

Ia kemudian mencari sumber suara itu hingga menemukan sesosok bayi di dalam bak kloset yang tertutup rapat.

Tim medis pun kembali dihubungi untuk bergegas ke toilet Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin.

Si bayi lalu dibawa ke Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin untuk mendapatkan penanganan.

Sambil si bayi ditangani tim medis, IR diinterogasi soal siapa bayi tersebut.

IR mengaku itu adalah bayinya.


Peserta SBMPTN melahirkan di toilet gedung Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin
Peserta SBMPTN melahirkan di toilet gedung Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin (HANDOVER)

4. IR tidak lolos SBMPTN

Kesempatan IR untuk lolos SBMPTN juga pupus, bukan karena kejadian dia melahirkan bayi di toilet.

Tapi impian IR untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri sirna karena peserta SBMPTN tidak mengikuti ujian hingga selesai.

IR secara otomatis didiskualifikasi, karena ujian SBMPTN itu berlangsung 3 sesi.

Sementara IR yang memilih ujian untuk kelompok Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC) Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) hanya sampai pada sesi kedua saja.

IR berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan.

5. Bayi dalam perawatan


Bayi peserta ujian yang melahirkan di toilet Unhas
Bayi peserta ujian yang melahirkan di toilet Unhas (Tribun Timur)

Melansir dari Tribun Timur (8/5/2018) bayi yang dilahirkan IR mendapat perawatan darurat di Rumah Sakit Unhas.

Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan rasa prihatin.

“Namun saya juga bersyukur bahwa ia dan bayi tersebut dalam keadaan selamat. Ini menunjukkan bahwa keberadaan tim medis ini sangat penting dalam situasi seperti ini,” kata Dwia.

Pada pukul 18.00 Wita, kondisi bayi seberat 1,4 Kg dalam keadaan stabil di bawah pengawasan dokter dan ibunya pun demikian.

IR telah dimintai keterangan polisi dari Sentra Perlindungan Anak dan Perempuan. (TribunStyle.com/Rifan Aditya)

Ikuti kami di
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Verlandy Donny Fermansah
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help