15 Kebiasaan Buruk Berkirim E-mail yang Banyak Terjadi, Sebaiknya Dihindari!

Seringkali, saking bingung atau terburu-terburu, pengirim e-mail justru menulis isi surat ke kolom subyek.

15 Kebiasaan Buruk Berkirim E-mail yang Banyak Terjadi, Sebaiknya Dihindari!
TribunStyle/Kolase

TRIBUNSTYLE.COM - Dalam hal penggunaan, ada beberapa aturan tak tertulis dalam penggunaan email, yang membedakan pola komunikasi menggunakan platform WhatsApp, Facebook atau Instagram.

Jika Facebook dan "anak-anaknya" lebih banyak digunakan untuk komunikasi non-formal, e-mail lebih banyak digunakan untuk keperluan profesional.

Namun, belum banyak yang tahu atau secara tidak sadar, keliru saat berkomunikasi menggunakan e-mail.

Trik Sederhana untuk Mengurangi Tagihan Listrik hingga 80%, Wanita Ini Sudah Membuktikannya!

KompasTekno merangkum dari Gadgests Now, Senin (9/4/2018) tentang 15 kebiasaan buruk yang tanpa sadar sering dilakukan saat berkomunikasi via email.

1. Membubuhkan kata "urgent" atau "penting"

Bubuhan kata "urgent" atau "penting" di awal judul e-mail mengindikasikan jika isi email harus segera ditanggapi oleh penerima pesan.

Terlebih jika pengirim menggunakan huruf kapital pada kata tersebut, mengartikan jika pesan yang dikirim bersfiat mendesak.

Namun, jangan sekali-kali menyematkan kedua kata itu, jika hanya pengirim yang merasa terdesak untuk mengirim e-mail.

Alih-alih akan dibaca, bisa jadi penerima merasa jengkel dan enggan membaca email dari pengirim yang sama, jika masih menggunakan kata "urgent" atau "penting" untuk pesan yang mengganggu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved