Pengakuan Seorang Pemandi Jenazah Ungkap Kondisi Para Korban Tragedi di Tanjakan Emen, Menyedihkan!

Namun, sebelum pemakaman, beberapa jenazah ada yang terlebih dahulu dibawa RSUD Tangerang Selatan.

Pengakuan Seorang Pemandi Jenazah Ungkap Kondisi Para Korban Tragedi di Tanjakan Emen, Menyedihkan!
Tribunnews.com
Tanjakan Emen 

Kecelakaan maut tersebut merenggut 27 nyawa. Amiruddin yang belakangan diketahui beralamat di Bogor itu dikabarkan tidak mengalami luka serius.

Dari 27 orang tersebut, satu di antaranya diduga pengendara motor yang juga ikut menjadi korban dalam insiden kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu (10/2/2018) sore itu.

Polisi berhasil mengungkap fakta baru yang diperoleh dari Amiruddin.

Rupanya Amirudin sudah mengetahui jika kondisi kendaraannya dalam keadaan tidak normal.

Dilansir dari Tribun Jabar, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan ini disebabkan bus bernomor polisi F 7959 AA itu mengalami rem blong.

Amir mengaku sudah menyampaikan ke pihak manajemen PO (Perusahaan Otobus Premium Passion), terkait masalah rem tersebut.

Amir sempat menghentikan bus di sebuah rumah makan untuk mengecek kendaraan.

"Sang sopir sudah menyampaikan minta ganti mobil karena merasa sudah ada masalah di rem bus tersebut," ujar Prahoro.

Namun, berdasarkan keterangan Amir kepada penyidik kepolisian, keluhannya itu tidak mendapatkan respon dari pihak manajemen.

"Tapi tak direspon oleh manajemen. Terus mekaniknya menyampaikan itu bisa diakali. Ternyata ada kebocoran di selangnya," ujarnya.

Keterangan itu, akan didalami pihak kepolisian.

Pihak manajemen akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Yah nanti kita periksa semuanya siapa saja kemungkinan jadi tersangka. Sopir sudah dimintai keterangan dan statusnya tersangka," ujar Prahoro.

Menurut Prahoro, sang sopir mengatakan, tak ada masalah saat memberangkatkan bus sampai ke Lembang.

"Tidak masalah pas berangkat. Masalahnya ada di Lembang mau balik. Kondisinya dari titik keberangkatan ke lokasi kejadian itu turunan sepanjang dua kilometer," ujar Prahoro.

Buang Rokok
Lokasi kecelakaan bus pariwisata di Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, atau Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB menyimpan sejuta misteri di dalamnya.

Kisah soal sosok Emen yang selama ini disebut-sebut menjadi awalan pembuka mitos mistis di lokasi tersebut.

Melansir Tribun Jabar, mitos mistis tersebut kerap dikait-kaitkan dengan rentetan kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut.

Jika dari arah Subang disebut tanjakan Emen, dari Bandung disebut turunan Emen.

 5 Kecelakaan Bus Tak Kalah Memilukan Dibanding Tragedi Tanjakan Emen, Firasatnya Bikin Merinding!

Mitos mistis itu kemudian melahirkan tradisi. Warga melintas membuang rokok di sepanjang jalan turunan atau tanjakan Emen.

Tradisi itu kata Dedi (45) warga Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah dari dulu tradisi itu mah," ujarnya.

Persis di lokasi kejadian tabrakan, Tribun Jabar melihat langsung seorang perempuan dibonceng di sepeda motor yang ‎melemparkan sebatang rokok.

Setelah dibuang, bibir perempuan tersebut tampak membaca sesuatu kemudian berlalu.

Saat dicek, rokok yang dibuangnya berupa rokok putih.

Tribun Jabar menyusuri pinggiran lokasi kejadian. Tampak sejumlah rokok baru bertebaran. Sedikitnya ada lima hingga tujuh batang rokok baru atau tidak ada bekas dibakar.

Dedi mengatakan, tradisi membuang rokok yang konon katanya untuk buang sial itu masih dilakukan hingga saat ini.

"Di sepanjang turunan saja dari Tangkuban Perahu sampai Kampung Aster. Kadang kalau rokoknya masih bagus kami ambil, kalau dikumpulkan bisa dapat satu bungkus," ujar Dedi.

Artikel ini dipublikasikan Tribun Jabar dengan judul "Ada Penumpang yang Ingin Laju Bus Dipercepat saat Turunan, Padahal Sebelumnya Pelan"

Yuk subscribe YouTube Channel TribunStyle.com:

Ikuti kami di
Penulis: Burhanudin Ghafar Rahman
Editor: Diah Ana Pratiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help