Pramugari Ini Beberkan Alasan Kenapa Kamu Jangan Pernah Minum Kopi di Pesawat, Menjijikkan!
Pramugari ini ungkap peringatan kepadamu untuk tidak minum kopi di pesawat.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Pramugari ini ungkap peringatan untuk tidak minum kopi di pesawat.
Saat berada di pesawat, mungkin kamu sering memesan minuman berupa kopi atau teh.
Tetapi, kamu mungkin tidak pernah berpikir kan dari mana asal dari air minuman tersebut.
Nah, seorang pramugari yang sebut saja bernama Betty mengungkapkan bahwa kamu sebaiknya tidak meminum kopi di pesawat.
Kenapa?
Ya, karena menurut pramugari di American Airlines tersebut, air yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk menyiram toilet di pesawat.
Pramugari tersebut mengatakan kepada Vice: "jangan minum kopi di pesawat."
"Sumber airnya berasal dari sumber yang sama yang digunakan untuk menyiram toilet.
"Kami baru-baru ini melakukan tes bakteri E. Coli di air tersebut dan tidak lulus uji, kemudian dilakukan perawatan dan akhirnya bisa lulus uji.
"Jadi sebisa mungkin air panas atau teh. Air dalam kemasan baik dan es juga bisa."
Tetapi, walau Betty telah menggambarkan betapa menjijikkannya air di pesawat yang harus melewati regulasi dan secara teknikal aman di minum.

Namun, hal ini mungkin tidak membuat kamu akan menghilangkan kebiasaan minum kopi di pesawat.
Dan easyJet pun mengatakan kepada Daily Mail, bahwa air yang ada di pesawat memang digunakan untuk membuat minuman panas dan menyiram toilet.
Tetapi, mereka meyakinkan para penumpangnya: "Tidak akan ada kesempatan kontaminasi karena desain dari pengairan sudah sangat baik.
"Ini merupakan hal yang biasa di kebanyakan pesawat dan airlines. Air pun dimasukkan ke dalam pesawat secara berkala.
Tetapi tetap, Betty bukanlah satu-satunya yang memberikan peringatan untuk tidak meminum kopi di pesawat.
Agensi Perlindungan Lingkungan (EPA) membuat sebuah tes di maskapai komersial di tahun 2012 dan menemukan 12 persen air yang dianalisa keluar dengan hasil positif mengandung bakteri E. Coli.
Gimana menurutmu? (DSH)