2 Penulis Meninggal usai Tulis Buku tentang Kematian, Pasangan yang Ditinggalkan Bertemu, Takdir!

Pasangan mereka sama-sama meninggal usai tulis buku tentang kematian. Tak disangka, mereka pun dipertemukan. Akhirnya kisahnya tak terduga! Ternyata

2 Penulis Meninggal usai Tulis Buku tentang Kematian, Pasangan yang Ditinggalkan Bertemu, Takdir!
Facebook-The Washington Post
John Duberstein dan Lucy Kalanithi bertemu usai pasangan masing-masing meninggal 

TRIBUNSTYLE.COM - Pria dan wanita ini ditinggalkan pasangannya yang sama-sama berprofesi sebagai penulis.

Kehilangan pasangan karena penyakit adalah mimpi buruk bagi siapa saja.

Pasangan yang ditinggalkan sering kali mengalami kesedihan mendalam dan susah melanjutkan hidup.

Pada Maret 2015, seorang penulis bernama Paul Kalanithi menulis buku "When Breath Becomes Air".

Lucy Goddard Kalanithi bersama Paul Kalanithi
Lucy Goddard Kalanithi bersama Paul Kalanithi (Facebook/Lucy Goddard Kalanithi)

Buku tersebut bercerita tentang diagnosis kanker paru-paru yan diterimanya.

Buku tersebut peninggalan yang terjual laris usai kematiannya.

Pada Februari 2017, penulis Nina Riggs merilis buku "The Brightest Hour yang menceritkan tentang kondisinya yang mengidap kanker payudara yang tak bisa disembuhkan.

Nina Riggs
Nina Riggs (Facebook/John Duberstein )

Buku itu dirilis setelah Nina meninggal.

Sebelum kematian Nina, istri Paul yang bernama Lucy Kalanithi sempat menghubunginya.

Lucy menghubungi Nina usai membanca kolom yang ia tulis di New York Times.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help