Mengenal Exostosis yang Dialami Hamish Daud, Dari Penyebab Hingga Cara Menangani

Meski terdengar sedikit aneh, ternyata penyakit ini cukup sering diderita oleh masyarakat.

Mengenal Exostosis yang Dialami Hamish Daud, Dari Penyebab Hingga Cara Menangani
Instagram/hamishdw
Hamish Daud dan Raisa. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi

TRIBUNSTYLE.COM - Selasa (11/4/2017) Hamish Daud memposting foto kebersamaannya bersama Raisa pasca operasi Exostosis.

"Exostoses (surfers ear) sucks! Funny how it's almost unheard of considering how many surfers come to Indonesia.

Operation was done in Jakarta at SS Medika by Dr.Helmi and things went smooth. Alhamdullila.

Dr.Helmi is recommended to anyone with this condition.

Makasih juga ke suster terbaik ini yg mau terbang jauh2 untuk bantu urusin semuanya. You're the best x," tulis Hamish.

Ia menjalani operasi telinga di rumah sakit THT dan Orthopedi Medika, Jakarta Pusat.

Dalam foto tersebut Hamis terlohat tersenyum bersama Raisa.

Meski terdengar sedikit aneh, ternyata penyakit ini cukup sering diderita oleh masyarakat.

Exostosis adalah pertumbuhan tulang yang tidak normal pada kanal atau saluran telinga.

Seperti dikutip dari laman Everyday Hearing, exostosis umumnya timbul akibat paparan air atau angin dingin dalam waktu yang cukup lama.

Misalnya, ketika berenang atau berselancar.

Tentu kebiasaan ini sangat dekat dengan hobi dan pekerjaan Hamis sebagai traveler.

Mereka yang berisiko mengalami penyakit ini adalah pria pada usia pertengahan atau akhir 30-an yang sering terpapar air atau angin dingin.

Terdengar sepele, gejalanya bisa berupa penurunan pendengaran, infeksi dan sakit telinga.

Selain itu para penderita penyakit ini biasanya akan mengalami kesulitan mengeluarkan air dari dalam telinga setelah selesai berenang.

Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas sang penderita.

Untuk menghindari hal lebih buruk, penanganan lebih baik adalah dengan operasi.

Langkah ini akan menghilangkan dampak dari semakin menyempitnya saluran telinga yang menyebabkan conductive hearing loss, penurunan pendengaran yang disebabkan gangguan pada fungsi tulang pendengaran.

Untuk menghindarinya, kita bisa menggunakan penyumbat telinga.

Ikuti kami di
Penulis: Triroessita Intan Petiwi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help