Ibu Ini Sekarat Selama Proses Melahirkan, Tapi Saat Terdengar Tangisan Bayi, Hal Mengejutkan Terjadi

DuBose menghadapi kemungkinan bahwa dia tidak akan bisa mempertahankan kelahiran.

Ibu Ini Sekarat Selama Proses Melahirkan, Tapi Saat Terdengar Tangisan Bayi, Hal Mengejutkan Terjadi
Action News Jax
Tanedra DuBose dan anak kesayangannya 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Yohanes Endra Kristianto

TRIBUNSTYLE.COM - Kebanyakan orangtua mengharapkan bisa segera menuju ke rumah sakit untuk melakukan persalinan demi menyambut bayi mereka ke dunia.

Para keluarga dan sanak saudara juga sudah tak sabar dan membayangkan momen saat bayi dan ibunya bisa pulang serta memulai hidup mereka sebagai sebuah keluarga.

Tapi kadang kala semua tak berjalan mulus seperti apa yang dibayangkan.

Baca: Ibu Ini Menderita Kanker Ovarium dan Terancam Tak Bisa Melahirkan, Tapi Hal Mengejutkan Terjadi!

Momen harap-harap cemas ini dialami oleh seorang ibu bernama Tanedra DuBose saat melahirkan.

Melansir lifedaily, wanita berusia 31 tahun ini harus segera melahirkan saat memasuki usia kandungan 30 minggu.

Tapi DuBose menghadapi kemungkinan bahwa dia tidak akan bisa mempertahankan kelahiran.

Dokter mengatakan bahwa DuBose hanya mempunyai 30-40% peluang untuk bertahan hidup.

Tanedra DuBose dan anak kesayangannya
Tanedra DuBose dan anak kesayangannya (Action News Jax)

"Pada saat yang sama, aku mencoba untuk melewati proses ini.

Saya juga diberi dokumen untuk ditandatangani yang berisi bahwa kita membutuhkan seseorang untuk membuat keputusan dan merawat anak saya," ujar DuBose.

DuBose didiagnosis gagal jantung kongestif pada Mei 2015.

Gagal jantung kongestif adalah kondisi di mana jantung tidak memompa darah yang cukup ke organ tubuh dan jaringan lain.

Ketika salah satu atau dua bagian jantung tidak memompa darah keluar, darah akan menggenang dalam jantung atau menyumbat di organ atau jaringan, menyebabkan darah menggenang di sistem peredaran darah.

Ini berarti jika DuBose ingin berkeluarga, itu akan sangat berbahaya.

Walau memiliki kondisi jantungnya tidak cukup baik, DuBose dan pasangannya memutuskan untuk memiliki bayi tahun depan.

Untuk menjaga kesehatannya, dokter memantau kesehatan DuBose secara teliti sehingga diharapkan sang ibu dapat melakukan c-section darurat di usia kehamilan 30 minggu.

Yang mana pada saat itu juga kondisi jantung DuBose sudah memburuk dengan cepat.

DuBose mulai kehabisan napas tapi tetap berjuang untuk bernapas demi kelahiran sang buah hati.

Secara ajaib, DuBose kembali hidup dan sadar berkat suara tangisan putrinya.

Tanedra DuBose dan anak kesayangannya
Tanedra DuBose dan anak kesayangannya (Action News Jax)

"Dia terengah-engah dan rasanya kami berdua seperti menghirup udara yang sama.

Itu adalah suara yang paling indah.

Mereka membawanya padaku dan aku memberi ciuman pertama pada bayiku.

Setelah itu aku tidak percaya kalau aku masih hidup.

Itu sulit dipercaya dan rasanya seperti mendapat kesempatan kedua," kata DuBose.

Tanedra DuBose dan anak kesayangannya
Tanedra DuBose dan anak kesayangannya (Action News Jax)

Setelah ditimbang, anak DuBose mempunyai berat badan 1,6 kilogram.

Sang bayi pun diberi nama Savannah.

Setelah proses kelahiran itu, Savannah segera dibawa ke NICU.

Beberapa minggu kemudian, kedua ibu dan bayi dalam kondisi yang baik dan bisa keluar dari rumah sakit.

Ikuti kami di
Penulis: Yohanes Endra Kristianto
Editor: Indan Kurnia Efendi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help